Lebih Baik Gabung Atau Pisah Harta Untuk Suami Istri ?

Tahun awal perkawinan digunakan sebagai waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan masing-masing, melakukan identifikasi dan mengatasi perbedaan yang ada. Di awal pernikahan hal-hal yang berkaitan dengan keuangan belum menjadi masalah, tetapi jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan konfik di kemudian hari (Finalti, 2008). Biasanya yang menimbulkan konflik keuangan dalam keluarga adalah karena penghasilan tidak stabil, tidak terbuka terhadap pasangannya, tidak jujur terhadap pemasukan dan pengeluaran uang, dan tidak bijaksana dalam membelanjakan uangnya.

Perencanaan keuangan adalah bagian penting dalam hidup, karena sebanyak apapun uang yang kita miliki jika tanpa adanya perencanaan dan pengelolaan yang baik maka uang tersebut akan berantakan dan tidak menghasilkan investasi atau tabungan.

Setiap individu mempunyai gaya yang berbeda dalam membelanjakan uangnya, perbedaan bisa dilihat dari :

  1. Perbedaan pengalaman
  2. Perbedaan latar belakang keluarga
  3. Perbedaan standar kehidupan ekonomi (Finalti, 2008)

Perbedaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya konflik dengan masalah emosi individu di dalam keluarga. Penelitian yang dilakukan oleh E.L Boroughs dan G. Hudson pada pasangan Amerika dalam Parrot (Parrot, 1998 : 122) menyebutkan ternyata masalah uang merupakan topik utama sebagai penyebab konflik diantara pasangan (Finalti, 2008). Jangan hanya mengutamakan kebutuhan diri sendiri, tetapi pikirkan juga kebutuhan pasangan dan anak jika sudah memilikinya.

Di jaman yang sudah modern ini bukan hanya Suami saja yang bekerja tetapi Istri juga bekerja. Konflik bisa terjadi karena adanya kesenjangan gaji yang berbeda, apalagi jika gaji Istri lebih besar dari pada gaji suami yang dapat menimbulkan kecemburuan dari salah satu pihak. (Finalti, 2008).

Konflik yang terjadi karena permasalahan keuangan dapat di atasi dengan cara :

1. Menjaga komunikasi agar terhindar dari salah paham

2. Saling percayaan pada pasangannya

3. Mengabungkan penghasilan yang di dapatkan

4. Membuat daftar atau mencatat kebutuhan keluarga bersama-sama.

Dilihat dari point ke – 3 selain dapat mencagah konflik keuangan keluarga, menggabungkan kedua penghasilan memiliki keuntungan lain seperti :

  1. Memudahkan Dalam Membuat Laporan Keuangan Keluarga

Dengan menggabungkan harta suami dan istri baik berupa aset, penghasilan dan utang maka akan terlihat aktivitas transaksi masuk dan keluarnya yang uang dalam 1 keluarga pada priode tertentu. Jika ingin memiliki investasi jangka panjang, seperti untuk pendidikan anak, membeli rumah / emas atau mungkin ada utang yang belum lunas.

  • Memudahkan Dalam Menghitung Dan Melaporkan Pajak

Pada dasarnya, satu keluarga cukup memiliki satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dalam artian, seorang istri ikut NPWP suami. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) bahwa sistem pengenaan pajak Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis.

Jika suami-istri sama-sama hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja (NPWP ikut suami), maka tidak akan ada kewajiban bayar pajak di akhir tahun. Jadi, penghasilan istri cukup dilaporkan di bagian lampiran SPT 1770 S, tanpa harus menggabungkan penghasilan neto suaminya. Dengan kata lain, SPT Tahunan PPh suami akan nihil, dan juga tidak perlu bayar angsuran PPh Pasal 25 tiap bulan (Putriansyah, 2016).

Sebegitu pentingnya permasalahan keuangan dalam sebuah keluarga, jangan sampai keluarga anda berantakan karena masalah keuangan yang sebenarnya cukup atau mungkin lebih, tetapi anda dan keluarga tidak bisa mengolahnya dengan baik.

Kami siap membantu anda untuk mengatur dan mengolah keuangan keluarga anda secara profesional, kami berikan analisis hasil dari Laporan Keuangannya, dan akan kami berikan saran dan masukan serta presentase kemungkinan untuk berinvestasi dengan penghasilan yang telah di dapatkan.

Belum Membuat Laporan Keluarga??

Hubungi Kami di 081283000865 Atau021-22127667

References

Finalti, C. (2008). Strategi Manajemen Konflik Dalam Menyelesaikan Masalah Keuangan Pada Pasangan Suami Istri Usia 5 Tahun Pertama Dalam Perkawinan. Universitas Airlangga, 05-09.

Putriansyah, I. (2016, Februari 01). Keuntungan NPWP Istri Gabung dengan Suami. p. 01.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.